|
|
Thursday, 06 October 2005
MARHABAN YA RAMADHAN
If there is a day, There Must Be a night
If there is a black, there must be a white
If there is a mistakes, there must be forgiveness
Mata kadang salah melihat....
Mulut kadang salah berucap....
Hati kadang salah menduga.....
Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada....
===== Mohon Maaf Lahir dan Bathin ======
MARHABAN YAA RAMADHAN
Assalaamu'alaikum wr.wb..
Marhaban ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah,
Puasa Ramadhan semakin dekat, silap dan salah mohon dimaafkan
Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.
Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
saya mohon maaf lahir dan bathin....
Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban Ya Ramadhan
Allaahumma baariklanaa fi Sya'ban wa ballighnaa Ramadhan
Ya Rabbi, berkahi kami pada bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan,
Aminn.
" Do'a Malaikat Zibril Menjelang Ramadhan "
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
* Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin 3 X. Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
SEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN BAIK & SEGALA AMAL BAIK KITA DITERIMA OLEH ALLAH SWT
AAMIN.
posted
by gigiegi, October 06, 2005 12:15
| link
| comments
Friday, 09 September 2005
Emotional Intelligence
Beberapa waktu lalu dalam perjalanan tugas kantor dari Yogyakarta ke Jakarta, ada pengalaman menarik ketika menggunakan pesawat Garuda. Ketika pesawat akan landing, seorang penumpang berdiri dan sesuai dengan prosedur operasional penerbangan, penumpang tidak diperkenankan untuk berdiri karena berbahaya. Pada saat itu sang pramugari segera mengingatkan dengan berkata “Maaf Pak, pesawat akan segera landing apabila Bapak kesulitan menggunakan safety belt mari saya bantu.” Bapak tadi tersenyum, duduk kembali sambil menggunakan safety belt dan berkata “ maaf saya tidak tahu pesawat akan mendarat.” Coba bayangkan apa yang terjadi apabila sang pramugari berkata, “Pesawat akan landing, dilarang berdiri !” Pada kasus ini sang pramugari telah menggunakan kecerdasan emosinya untuk mengatasi masalah tersebut.
Emotional Intelligence / EQ (Kecerdasan Emosional) menurut Daniel Goleman, adalah kemampuan merasakan, memahami, dan dengan efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh yang manusiawi. Menurut organisasi leadership non profit (6 seconds), Emotional Intelligence is the capacity to create positive outcomes in your relationship with yourself and with others. Positive outcomes include joy, optimism, and success at work, school, and life.
Daniel Goleman berpendapat bahwa IQ dan EQ merupakan dua sahabat yang saling melengkapi, namun memiliki perbedaan. IQ tidak berubah sepanjang waktu, IQ pada saat masuk sekolah sampai dengan IQ pada saat lulus tidak akan mengalami perubahan. EQ berubah sejalan dengan pengalaman dan keinginan belajar. Ibaratnya tanpa EQ, IQ hanya merupakan pengetahuan tanpa tenaga dan gairah.
Mengapa EQ saat ini dirasakan penting ? Menurut penelitian Daniel Goleman skor IQ rata-rata anak-anak di AS meningkat cukup significant dibandingkan sewaktu PD I. Faktor penyebabnya adalah nutrisi yang lebih baik, kesempatan menyelesaikan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kecilnya jumlah anggota keluarga, dan semakin maraknya permainan (game) komputer yang membantu anak-anak menguasai keterampilan berwawasan (spatial skills). Namun ironisnya, dengan meningkatnya skor IQ mereka tingkat EQ (kecerdasan emosional) mereka justru menurun. Hal yang menyebabkan adalah karena anak-anak saat ini tumbuh dalam kesepian dan depresi, lebih mudah marah dan sulit diatur, cenderung cemas, lebih impulsif, dan agresif. Hal-hal demikian menurut Daniel Goleman berseberangan dengan dunia kerja saat ini dimana tingkat kecerdasan emosi lebih dibutuhkan dibandingkan dengan IQ.
Linda Keegan (Vice President Citibank) pernah mengungkapkan bahwa, “Kecerdasan emosi harus menjadi alasan mendasar dalam setiap pelatihan manajemen.” Intinya adalah perusahaan-perusahaan saat ini semakin sadar bahwa dukungan untuk mengembangkan ketrampilan kecerdasan emosi karyawan merupakan hal yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan profit / bottom line perusahaan.
Bagaimana caranya meningkatkan EQ ? Menurut Daniel Goleman terdapat 5 (lima) dimensi EQ yang keseluruhannya diturunkan menjadi 25 kompetensi. Apabila kita menguasai cukup 6 (enam) atau lebih kompetensi yang menyebar pada ke-lima dimensi EQ tersebut, akan membuat seseorang menjadi profesional yang handal.
Dimensi pertama adalah self awareness, artinya mengetahui keadaan dalam diri, hal yang lebih disukai, dan intuisi. Kompentensi dalam dimensi pertama adalah mengenali emosi sendiri, mengetahui kekuatan dan keterbatasan diri, dan keyakinan akan kemampuan sendiri.
Dimensi kedua adalah self regulation, artinya mengelola keadaan dalam diri dan sumber daya diri sendiri. Kompetensi dimensi kedua ini adalah menahan emosi dan dorongan negatif, menjaga norma kejujuran dan integritas, bertanggung jawab atas kinerja pribadi, luwes terhadap perubahan, dan terbuka terhadap ide-ide serta informasi baru.
Dimensi ketiga adalah motivation, artinya dorongan yang membimbing atau membantu peraihan sasaran atau tujuan. Kompetensi dimensi ketiga adalah dorongan untuk menjadi lebih baik, menyesuaikan dengan sasaran kelompok atau organisasi, kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan, dan kegigihan dalam memperjuangkan kegagalan dan hambatan.
Dimensi keempat adalah empathy, yaitu kesadaran akan perasaan, kepentingan, dan keprihatinan orang. Dimensi ke-empat terdiri dari kompetensi understanding others, developing others, customer service, menciptakan kesempatan-kesempatan melalui pergaulan dengan berbagai macam orang, membaca hubungan antara keadaan emosi dan kekuatan hubungan suatu kelompok.
Dimensi kelima adalah social skills, artinya kemahiran dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki oleh orang lain. Diantaranya adalah kemampuan persuasi, mendengar dengan terbuka dan memberi pesan yang jelas, kemampuan menyelesaikan pendapat, semangat leadership, kolaborasi dan kooperasi, serta team building.
Bpk. Suharyo Chaidir (motivator dari Indonesia) menyampaikan bahwa kesuksesan penerapan dari EQ ini dapat dibedakan dalam 4 (empat) tahap sebagai berikut : Tahap tidak sadar, artinya tidak siap sama sekali dan menyangkal bahwa perlu untuk merubah diri. Tahap kontemplasi, sadar perlu memperbaiki dan telah memikirkan caranya, namun belum siap melaksanakan. Tahap persiapan, telah memusatkan pada solusi dan secara nyata telah siap melaksanakannya. Tahap tindakan, perubahan nyata telah dimulai. Pada tahap ini telah menjalankan rencana, mulai mempraktekan tahapan-tahapannya, dan sungguh-sungguh mengubah cara bertindak mereka. Inilah yang disebut “tahapan perubahan”.
Pertanyaannya adalah ada pada tahap mana anda saat ini ?
Reference :
Daniel Goleman, Working with Emotional Intelligence
Suharyo Chaidir, Emotional Intelligence
posted
by gigiegi, September 09, 2005 15:12
| link
| comments
memotivasi diri
Friday, 07 January 2005
MENGAPA MINUM AIR PUTIH BANYAK-BANYAK...?
Sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut saya tampilkan dalam rubrik De Facto hari ini.
Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah :Otak dan Darah. !!
Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, Sementara darah memiliki Komponen air 95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan Yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi.Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari...?
Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. caranya...?
Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak...? Belum sampai segitunya (wihh...bayangkan otak kering gimana jadinya...), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !! Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer. Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karenam saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa Menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak 'kan...? Nah saat darah kental Mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat.
Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak Adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.. (ya wajarlah namanya juga kurang makan...) Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental...), maka serangan stroke bisa lebih lekas datang
Sekarang tinggal anda pilih : melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari - atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke.
posted
by gigiegi, January 07, 2005 07:47
| link
| comments (1)
kesehatan
Wednesday, 05 January 2005
MEMOTIVASI DIRI

Tanggal 25 Desember 2001 yang lalu aku iseng2 beli buku yang judulnya "101 cara memotivasi diri".
Sampai sekarang buku yang tebelnya cuma 104 halaman ini belum selesai aku baca, padahal isinya sangat menarik dan sederhana, tentang metoda2 singkat untuk memotifasi diri.
Aku coba merangkum isi buku itu halaman demi halaman, dengan tujuan supaya aku juga bisa memaksa diriku untuk membaca buku itu (maklum, karena aku ga suka baca), dan mudah-mudahan bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Amin.
APA ITU MOTIVASI?
Kita semua tahu kapan kita memilikinya, tetapi tampak mengalami kesulitan menemukannya bila kita tidak memilikinya. Apakah berlangsung dengan singkat?
Motivasi adalah apa yang kita rasakan waktu kita digerakkan untuk mengambil tindakan yang kita inginkan. Apa yang kita inginkan dapat berupa imbalan spesifik, atau mungkin berupa sesuatu yang cepat berlalu, seperti perasaan senang karena kita berhasil membenahi meja kita yang penuh pekerjaan.
Situasinya rumit karena kenyataannya tidak semua kita dimotivasi oleh hal-hal yang sama. Satu orang akan perhi ke awang-awang jika ia diberi tahu bahwa imbalan yang ia dapatkan adalah liburan seminggu ke Bali, sedangkan yang lain merasa tetap masa bodoh, mungkin karena ia tidak suka perjalanan yang jauh. Kita semua berbeda dan kita semua membutuhkan motivator yang juga berbeda. apa yang harus kita lakuakn adalah menemukan cara2 supaya dapat membuat diri kita menjadi suka, atau menipu diri sehingga menjadi suka, melakukan apa pun yang perlu dilakukan.
BAGAIMANA MEMOTIVASI DIRI SENDIRI?
Mungkin cara terbaik untuk menjadi sangat termotivasi adalah mengerjakan pekerjaan yang kita impikan. Mereka yang cukup beruntung untuk melakkukan hal itu seringkali tahan menghadapi segala cara yang bisa jadi, bagi orang lain, merupakan faktor-faktor demotivasi yang kuat: artis hidup dalam kemiskinan; pecinta binatang bekerja dalam kondisi yang mengerikan; aktor mangalami satu demi satu penolakan. Namun jika kita melakuakn apa yang benar-benar ingin kita lakukan, hal ini tidak begitu menjadi masalah. Bagaimanapun juga, kita menantinantikan pekerjaan setiap hari; menikmati setiap proyek baru yang akan datang; meluncur tanpa kesulitan menghadapi tugas2 berat lain karena kita tahu semuanya penting dalam melakukan pekerjaan yang kita sukai. Dalam situasi ini, motivasi sering tidak datang.
Bagi kita yang lain, sebelum pekerjaan impian kita terwujud, kita bekerja sekenanya sedapat mungkin dan sementara itu berusaha mengatasi cara meningkatkan motivasi kita bila diperllukan. Bila kita dapat membuat diri termotivasi, kita harus menemukan cara2 untuk menyingkirkan atau mengatasi penghalang2 internal yang mencegah kita menangani tugas yang ada di hadapan; memberi diri alasan sementara, bahkan pura2 melakukan itu - suatu pemikat, nama lainnya.
posted
by gigiegi, January 05, 2005 18:53
| link
| comments
memotivasi diri
Tuesday, 28 December 2004
Bayi Tak Butuh

Oleh dr. H. M. Hadat, Sp.A., Spesialis anak di Jakarta Niat mulia tak selamanya berbuah positif. Memberi kehangatan berlebihan pada bayi, misalnya, bisa jadi bumerang. Selama ini orangtua begitu takut bayinya kedinginan, sehingga merasa perlu mempersenjatai putra-putri tersayang dengan baju hangat, selimut, topi, sarung tangan, sampai kaus kaki tebal. Bahkan ada orangtua yang sampai menutup rapat-rapat pintu, jendela, lubang angin, melarang pemakaian kipas angin, mematikan AC hanya agar bayinya selamat dari bahaya "masuk angin". Tak ketinggalan, kebiasaan membaluri minyak telon atau minyak kayu putih di tubuh bayi. Padahal di samping bikin kepanasan, minyak-minyak itu juga bisa mengubah kulit bayi menjadi kehitaman dan hangus. Pendek kata, banyak orangtua tak sadar, kepungan "sarana dan prasarana penghangat" justru menjadi penyebab bayi menangis lantaran kegerahan. Gerah membuat bayi banyak mengeluarkan keringat, sehingga kehilangan banyak air dengan garam-garamnya. Alhasil, dia jadi gampang haus, badan lemah sehingga mudah terkena batuk-pilek. Jadi, banyak orangtua (mungkin termasuk Anda) selama ini memperlakukan bayinya secara salah alias salah kaprah? Begitulah kira-kira. Mengapa? Karena bayi punya jaringan asam cokelat! Begini penjelasannya: Setiap manusia butuh energi untuk melakukan beragam aktivitas. Energi itu datang dari hasil pembakaran gula, lemak, maupun protein. Kelebihan gula dalam darah, misalnya, diubah oleh hormon insulin menjadi glikogen, sehingga kadar gula darah tetap dalam batas-batas normal. Glikogen ini menjadi cadangan energi yang terutama disimpan di dalam otot, jantung, dan hati. Cadangan energi glikogen hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh selama 24 jam. Hal ini berbeda dengan cadangan energi dari lemak yang dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beberapa pekan. Karena tidak larut dalam air, pembakaran lemak jadi lebih stabil dan lebih dapat diandalkan ketimbang pembakaran gula yang larut dalam air. Itu sebabnya, jika ada beban pekerjaan nan berat, jantung dan otot lebih banyak memakai energi dari lemak. Selanjutnya, kelebihan lemak dalam darah akan disimpan di jaringan lemak. Jaringan lemak sendiri ada dua macam. Pertama, jaringan lemak putih yang menyimpan lemak dalam selnya, dan tersebar di seluruh tubuh, terutama rongga perut dan jaringan di bawah kulit. Kedua, jaringan lemak cokelat, terutama terdapat pada bayi yang lahir cukup bulannya dan terbatas ada di jaringan bawah kulit leher dan punggung. Jaringan lemak cokelat ini makin berkurang dan menyusut pada anak yang lebih besar dan hanya tertinggal sedikit pada orang dewasa. Dia bisa membuang kelebihan energi, misalnya akibat makan berlebihan, dengan membakarnya menjadi panas. Keistimewaan lain, selnya dapat menyimpan sampai 40% lemak bayi. Kenaikan suhu tubuh oleh jaringan ini bisa mencapai tiga kali lipat ketimbang kenaikan suhu yang disebabkan aktivitas olahraga. Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya, bayi tidak mudah kedinginan. Sebaliknya, mudah kepanasan. Dibandingkan dengan orang dewasa muda, daya tahan bayi terhadap udara dingin lebih tinggi sekitar 50C. Jadi, jika orang dewasa sudah menggigil pada suhu 200C, bayi tidak merasakan hal yang sama. Buat bayi suhu 200C setara dengan 250C. Sebaliknya, suhu 250C yang cukup dingin buat orang dewasa bisa bikin bayi kegerahan. Sebab, 250C-nya orang dewasa sama dengan 300C-nya bayi. Itu sebabnya, meski berada di ruang ber-AC, bayi belum tentu kedinginan. Juga tak perlu dipanasi dengan minyak telon atau minyak kayu putih. Susu pun tidak perlu selalu dicampur air hangat. Bayi berumur beberapa bulan bahkan lebih suka susunya didinginkan di lemari es. Kalau boleh memilih, bayi pasti lebih suka mandi dengan air dingin, apalagi kalau udara sedang panas. Kesimpulannya, jangan membandingkan kondisi bayi dengan kita, orang dewasa!
posted
by gigiegi, December 28, 2004 16:51
| link
| comments
|